Minggu, 19 September 2010

DI BERANDA KATA
: cerita kacamata bergagang emas

pernah suatu masa dirisalahkan oleh ki panjikusmin
"langit makin mendung" dan menyebabkan yassin terkurung
di penjara kata; alim ulama dan cerdik pandai telah pintar
membaca tandatanda melalui kaca mata bergagang emas
secara tandas dapat dibaca cemas yang tak pernah kandas
tapi ada yang selalu lepas dari tangkapan
telapak tangan ketika isyarat langit membahasakan cuaca buruk
di beranda kata, di beranda kerontang cinta kasih

arifin c noor menggali "sumur tanda dasar"
iwan simatupang merasa "kering" dalam "ziarah"
putu wijaya mengebor sukma dengan teror mental
kunto wijoyo mendaki puncak "khotbah di atas bukit":
"dilarang mencintai bunga-bunga"

lalu korrie layun rampan melakukan "upacara"
danarto menunjukkan "godlob dan adam makrifat"
sapardi djoko damono melihat "dukaMu abadi"
sedang goenawan mohamad menyanyikan "Asmaradana"
afrizal malna mengusung "abad yang berlari" dalam "arsitektur hujan"
d zawawi imron menghunuskan "celurit emas" hingga "badik"
beranda kata kian berwarna di atas khatulistiwa
"sajak emas: 200 puisi sexy dimas arika mihardja" mencair
dan menghilir di akhir september: menggaris cakrawala senja


kota beradat, september 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar